FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI

 DOSEN PENGAMPU :CICI YUSNAYANTI, S.Kep., Ns., M.Kes


KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN I

“FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI”



DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 2


FATIMAH ANNISYAH PATNUR / P202101094

SELINA PRATIWI / P202101093

NURWAHYUNI / P202101126

NUR AZIZAH / P202101137

FIKRIANSAH MALAIJI / P202101122

FERTY YATNA / P202101113

ANDRIANI SANGAJI / P202101124




UNIVERSITAS MANDALA WALUYA

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

2022


KATA PENGANTAR


Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang, penulis panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI” tanpa melebihi batas yang telah ditentukan.

Makalah ini telah penulis susun dengan materi yang di ambil dari beberapa sumber, penulis menyadari sepenuhnya masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun bahasanya.Oleh karena itu, dengan ini penulis sangat menerima segala saran dan kritik dari pembaca.

Kendari, 15 November 2022



                                                                              Penulis









DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ii 

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN 1

Latar Belakang 1

Rumusan Masalah 2

Tujuan 2

Manfaat 2

BAB II PEMBAHASAN 3

Pengertian Komunikasi 3

Tujuan dan Fungsi Komunikasi 5

Komponen Komunikasi 7

Jenis-jenis Komunikasi 9

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi 12

Komunikasi yang Baik dan Efektif 15

BAB III PENUTUP 19

Kesimpulan 19

Saran 19

DAFTAR PUSTAKA 20




















BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang 

Manusia dalam kehidupannya tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain.Manusia adalah makhluk sosial yang sepanjang hidupnya bersosialisasi denganorang lain dalam proses interaksi. Interaksi sosial menghasilkan banyak bentuksosialisasi.Bisa berupa interaksi antar individu, interaksi individu dengankelompok, dan interaksi antara kelompok.Sedangkan syarat terjadinya interaksisosial adalah terjadi kontak sosial dan terjadi komunikasi.

Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari manusia juga tidak terlepas darihubungan satu dengan yang lain dalam melakukan interaksi sosial. Interaksi social merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubunganantara orang-perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial pulamerupakan kunci dari semua kehidupan sosial karena tanpa interaksi sosial takakan mungkin ada kehidupan bersama. Hal ini dapat di lihat dari kebiasaan caraberkomunikasi antara satu dengan yang lainnya, yang meliputi pergaulan sertacara hidup berkelompok dan bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat guna

mewujudkan hubungan sosial yang harmonis.

Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yangdinamis.Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individuyang satu dengan individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompoklainnya, maupun antara kelompok dengan individu.Dalam interaksi juga terdapatsimbol, di mana simbol diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanyadiberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya.

Interaksi sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompokterdapat kontak sosial dan komunikasi.Kontak sosial merupakan tahap pertamadari terjadinya hubungan sosial.Komunikasi merupakan penyampaian suatuinformasi dan pemberian tafsiran dan reaksi terhadap informasi yangdisampaikan. Ada beberapa aspek yang mendasari interaksi sosial, antara lainyaitu komunikasi, sikap, tingkah laku, dan norma. Dalam makalah ini kami akanmembahas lebih lanjut tentang salah satu aspek yang mendasari interaksi social yaitu komunikasi.


Rumusan Masalah 

Apa pengertian dari komunikasi ?

Apa saja tujuan dan fungsi komunikasi ?

Apa saja komponen komunikasi ?

Apa saja jenis-jenis dari komunikasi ?

Apa saja faktor-fakor yang mempengaruhi komunikasi ?

Bagaimana komunikasi yang baik dan efektif ?


Tujuan 

Untuk mengetahui pengertian komunikasi 

Untuk mengetahui fungsi dan tujuan komunikasi 

Untuk mengetahui komponen komunikasi 

Untuk mengetahui jenis-jenis komunikasi 

Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi 

Untuk mengetahui komunikasi yang baik dan efektif 


Manfaat 

Manfaat pembuatan makalah ini adalah untuk memahami tentang pengertian komunikasi,tujuan dan fungsi komunikasi,komponen komunikasi,jenis-jenis komunikasi,faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi,serta untuk memahami tentang komunikasi yang baik dan efektif.



BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian komunikasi

Komunikasi adalah suatu aspek terpenting dan yang kompleks dalam kehidupan manusia. Manusia sangat dipengaruhi oleh komunikasi yang dilakukannya dengan manusia lain, baik yang sudah dikenal atau yang tidak dikenal sama sekali. Dikarenakan komunikasi merupakan aktifitas dasar manusia. Maka dengan berkomunikasi manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga, ditempat pekerjaan, di pasar, dalam masyarakat atau di mana saja manusia berada. Komunikasi adalah suatu proses pertukaran pesan verbal maupun nonverbal antara si pengirim pesan dangan isi pesan. Dalam kehidupan berorganisasi, efektifitas komunikasi sangatlah diperlukan dalam suatu organisasi. Komunikasi intern yang terbina baik, akan memberikan kemudahan dan keringanan dalam melaksanakan pekerjaan dikator yang menjadi tugas bersama. Komunikasi merupakan sarana yang diperlukan untuk mengkoordinasikan dan mengarahkan kegiatan pegawai ketujuan dan sasaran organisasi. Dalam hal ini organisasi pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bengkulu merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Indah desy puspita,2018).

Harold koont dan CYRIL o’Donell mengemukakan pengertian komunikasi adalah pemindahan informasi dari satu orang ke orang lain terlepas percaya atau tidak. Tetapi informasi yang di transfer tentulah harus dimengerti oleh pemerima.

William Abling memberikan definisi komunikasi adalah proses pengemberang lambang-lambang yang mengandung pengertian antara individu-individu. Menurut Dole Yoder dkk kata communications berasal dari sumber yang sama seperti common yang artinya bersama,bersama-sama dalam membagi ide. Apabila seseorang berbicara,orang lain mendengarkan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah:

1. Komunikasi dilakukan oleh dua orang atau lebih.

2. Komunikasi merupakan pembagian ide, pikiran, fakta, pendapat. 

3. Komunikasi melalui lambang-lambang yang harus dimengerti oleh yang

melakukan komunikasi.

Komunikasi dalam teori dan praktik menurut Dr. Phill Astrid Susantoadalah proses pengoperan lambang-lambang yang mengandung arti. Human relation at work, Keth Davis menyebutkan komunikasi adalah proses lewatnya informasi dan pengertian seseorang ke orang lain. Oxford dictionary, 1956 menjelaskan komunikasi adalah pengiriman atau tukar-menukar informasi ide dan sebagainya. Sedangkan Drs. Onong Uchjana Effendy, MA menyebutkan komunikasi mencakup ekspresi wajah, sikap dan gerak-gerik suara, kata-kata tertulis, percetakan, kereta apil, telegraf, telepon, dan lain-lain. 

Komunikasi adalah proses timbal balik dan suatu pengalaman dimana pengirim dan penerima pesan berpartisipasi secara simultan (Lu Verne Wolff, Marlene H.W, Elinor V.F 1984).

Komunikasi dapat diartikan sebagai proses antara pribadi dalam mengirimdan menerima symbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka (John R.Schemerhom, dalam A.E Wijaya,2000)

Komunikasi yaitu proses penyampaian informasi, makna dan pemahamandari pengirim pesan kepada penerima pesan (Burgess, dalam Nurjannah I,2001).

Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa

komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi antar individu atau kelompok, baik secara verbal maupun nonverbal yang dapat menimbulkanrespons timbal balik antara pengirim dengan penerima informasi

Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah penyampaian dariseseorang kepada orang lain, dengan menyertakan kode atau lambang

penyampaiannya itu sendiri melalui suatu proses.

Tujuan dan Fungsi Komunikasi

Komunikasi sangat di perlukan dalam hubungan antar-individu di

kehidupan sehari-hari. Kerjasama dan koordinasi yang baik akan tercapai saat komunikasi yang dibangun baik dan hubungan yang harmonis akan tercapai saatkomunikasi yang dibangun baik pula. Setiap komunikasi memiliki tujuan masing-masing, baik antara penyampai informasi dan yang mencari informasi.

Komunikasi mempunyai beberapa tujuan seperti penjelasan berikut ini.

Tujuan komunikasi secara umum

Mengerti

Komunikator hendaknya menyampaikan pesan atau informasi kepada komunikan ( penerima)dengan cara yang baik dan jelas sehingga informasi tersebut dapatdimengerti dengan jelas.


.Memahami

Mengandung arti bahwa informasi yang di sampaikan komunikatorharuslah di sesuaikan dengan keinginan dan kemauan komunikan ataupenerima informasi, sehingga segala sesuatu yang disampaikan benar-benar berasal dari aspirasi penerima informasi atau masyarakat padaumumnya.

Diterima 

Komunikator dalam menyampaikan informasinya harus menggunakancara yang asertif sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik.

Termotivasi 

Setelah informasi di sampaikan maka komunikan tergerak untukmelakukan suatu kegiatan yang diinginkan oleh komunikator dan inimerupakan suatu yang diharapkan oleh pemberi pesan 

Dalam aktivitas keseharian, fungsi komunikasi sangat-sangat luas danmenyentuh pada banyak aspek kehidupan. Beberapa fungsi komunikasi tersebut antara lain:

Informasi, pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, penyebaran berita, data,gambar, fakta, pesan, opini, dan komentar yang dibutuhkan agar dapat mengerti dan beraksi secara jelas terhadap kondisi lingkungan dan orang lain agar dapat mengambil keputusan yang tepat.

Sosialisasi

Dengan komunikasi, sesuatu yang ingin disampaikan dapat disebarluaskan kemasyarakat luas. Fungsi sosialisasi ini sangat efektif bila dilakukan dengan pendekatan yang tepat, misalnya komunikasi misalnya komunikasi massa baik langsung maupun tidak langsung (melalui media).

Motivasi

Proses komunikasi yang dilakukan secara persuasive dan argumentative dapat berfungsi sebagai penggerak semangat, prndorong bagi seseorang untuk melakukan sesuatu yang diinginkan oleh komunikator.

Perdebatan dan diskusi

Suatu permasalahan yang masih kontroversial atau polemik dalam hubungan dengan masalah-masalah publik dapat dibahas dan diselesaikan denganmenggunakan komunikasi yang intens baik melalui debat maupun diskusi.

Pendidikan

Proses pengalihan (transformasi) ilmu pengetahuan dan teknologi untuk

mendorong perkembangan intelektual, pembentukan watak, serta membentuk ketrampilan dan kemahiran dapat dilakukan melalui komunikasi yang baik danefektif.

Memajukan kehidupan

Contoh dari fungsi komunikasi ini adalah menyebarkan kebudayaan dan seni dengan maksud melestarikan warisan masa lalu, membuat leaflet, booklet atausejenisnya yang berisi tentang bagaimana hidup sehat, membangun imajinasidan mendorong kreativitas dan kebutuhan estetika dan lain-lain

Hiburan

Dunia entertainment telah banyak muncul dari produk komunikasi, misalnyalawak, menyanyi, drama, sastra, seni dan lain-lain.

Integrasi

Adanya kesempatan untuk memperoleh berbagai informasi dan pesan yangdiperlukan dapat mempengaruhi seseorang dalam bersikap, berperilaku, dan berpola pikir serta sebagai sarana untuk menghargai dan memahami pandangan orang lain dapat diperoleh dari komunikasi yang dilakukan.

Komponen Komunikasi

Unit dasar komunikasi terdiri dari seorang pengirim, seorang penerima dansebuah pesan dalam konteks tertentu.Komunikasi mempunyai 6 komponen yaitusebagai berikut.

Komunikator: penyampaian informasi atau sumber informasi.

Komunikan: penerima informasi, pemberi respon terhadap stimulus.

Pesan: gagasan, pendapat, stimulus, fakta, informasi.

Media: saluran yang dipakai untuk menyampaikan pesan.

Kegiatan “Encoding”: perumusan pesan oleh komunikator.

Kegiatan “Deconding”: penafsiran pesan oleh komunikan.

Komponen komunikasi menurut Purwanto 1994, antara lain sebagai berikut.

Komunikator: orang yang memprakasai adanya komunikasi prakarsa timbulkarena jabatan, tugas, wewenang dan tanggung jawab.

Pesan yang akan disampaikan berupa ide, pendapat, fikiran dan saran.

Saluran komunikasi adalah segala sarana yang dipergunakan olehkomunikator untuk menyampaikan pada pihak yang lain. Dengan demikiansaluran komunikasi itu berbentuk panca indra manusia maupun alat teknologiyang dibuat manusia.

Metode komunikasi: segala cara yang digunakan dalam mengadakanhubungan dengan orang lain.

Komunikan: orang yang menjadi obyek dari komunikasi, pihak yangmenerima berita atau pesan dari komunikator.

Lingkungan komunikasi: suasana dimana proses komunikasi berlangsung.

Umpan balik dari komunikan dan komunikator.

Komponen komunikasi menurut Karyowo 1994, antara lain sebagai berikut.

Komunikator (Pembawa berita)

Bisa individu, keluarga maupun kelompok yang mengambil inisiatif dalammenyelenggarakan komunikasi dengan individu atau kelompok lain yang menjadisasarannya. Komunikator bisa juga berarti tempat berasalnya sumber pengertian yang dikomunikasikan.

Message (Pesan atau berita)

Berita yang disampaikan oleh komunikator melalui lambang-lambang,pembicaraan, gerakan dan sebagainya. Massage bisa berupa gerakan, sinar, suaralambaian tangan, kibaran bendera atau tanda-tanda dengan interpretasi yang tepatakan memberikan arti dan makna tertentu. Di rumah sakit massage ini bisa berupanasehat dokter, hasil konsultasi pada status pasien dan laporan dan sebagainya.

Channel (Media atau sarana)

Sarana tempat berlakunya lambang-lambang. Saluran tersebut melalui:

Pendengaran (lambang berupa pesan)

Penglihatan (lambang berupa sinar, pantulan sinar dan gambar)

Penciuman (lambang-lambang yang berupa rangsangan bau-bauan)

Rabaan (lambang-lambang yang berupa rangsangan rabaan)


Komunikan (Penerima berita)

Feedback (Umpan balik atau tanggapan)


Jenis-Jenis Komunikasi

Ada tiga jenis komunikasi yang dimanifestasikan secara terapeutik, antara lainyaitu:

Komunikasi verbal

Adalah jenis komunikasi yang paling lazim digunakan dalam pelayanankeperawatandi sarana pelayanan kesehatan, seperti ruma sakit, balaipengobatan ataupun puskesmas.Komunikasi verbal adalah pertukaraninfromasi secara verbal terutama berbicara tatap muka (face to face).Syarat efektivitas komunikasi verbal: 

Jelas dan ringkas

Perbendaharaan kata

Jeda dan kesempatan berbicara

Arti denotatif dan konotatif 

Waktu dan relevansi

Humor


Komunikasi tertulis 

Adalah komunikasi yang disampaikan dengan cara tertulis. Komunikasi ini mempunyai keuntungan diantaranya dapat dipersiapkan dengan baik, dapat dibaca berulang – ulang, mempunyai bentuk tertentu, tidak mengeluarkan biaya yang cukup banyak sehingga lebih hemat, dan sebagainya.

Komunikasi non verbal

Adalah pemindahan pesan tanpa menggunakan kata – kata.Komunikasi ini merupakan komunikasi yang menggunakan mimik, gerakan-gerakan, pantomim dan bahasa isyarat.Berikut ini adalah komunikasi non verbal yang dapat dinilai dari klien,

Metakomunikasi

Penampilan individu (self performance)

Intonasi suara

Ekspresi wajah

Sikap tubuh dan langkah

Sentuhan

Komunikasi yang dilakukan antara pengirim dan penerima bisa bersifat satu arah, dua arah dan berantai.

Komunikasi searah

Komunikator mengirim pesannya melalui saluran atau media dan diterima oleh komunikan.Sedangkan komunikan tersebut tidak memberikan umpan balik feedback.

Komunikasi dua arah

Komunikan mengirim pesan (berita) diterima oleh komunikan setelah disimpulkan kemudian dikomunikan mengirim umpan balik kepada sumber berita atau komunikator.

Komunikasi berantai

Komunikan menerima pesan atau berita dari komunikator kemudian disalurkan kepada komunikan kedua disampaikan kepada komunikan ketiga dan seterusnya.Terdapat kelemahan dalam komunikasi berantai, karena kadang-kadang pesan yang disampaikan tidak murni atau terjadi distori sehingga pesan dapat menyimpang dari yang sebenarnya.

Tingkatan komunikasi:

Komunikasi Intrapersonal

Komunikasi intrapersonal adalah proses berpikir pada diri sendiri, keyakinan, perasaan, dan berbicara pada diri sendiri tentang kesehatan diri sendiri. Komunikasi ini sangat penting terutama pada tenaga kesehatan sebagai role model dalam perilaku hidup sehat.

Komunikasi Interpersonal

Adalah proses komunikasi langsung antara profesional-profesional dan profesional klien. Komunikasi ini biasanya dalam bentuk dialog, meskipun kondisi tertentu juga terjadi secara monolog.

Komunikasi Kelompok

Komunikasi yang terjadi dengan melibatkan lebih dari tiga orang.Komunikasi ini biasanya dalam bentuk diskusi dan saling mengenal.Komunikasi ini juga dapat terjadi dengan sifat anggota kelompok yang relative homogen, misalnya komunikasi dengan kelompok remaja, usialanjut, pengajian ibu-ibu, dan sebagainya.

Komunikasi Publik

Adalah proses komunikasi yang dilakukan dihadapan orang banyak, baik secara aktif maupun pasif.

Komunikasi Organisasi

Komunikasi yang terjadi di dalam organisasi maupun antar organisasi yang dapat bersifat formal maupun non-formal.Komunikasi ini melibatkan komunikasi intrapribadi, interpribadi, kelompok, kadang-kadang melibatkan komunikasi publik.

Komunikasi Massa

Komunikasi yang melibatkan jumlah komunikan yang banyak, tersebar dalam area geografis yang luas, heterogen, namun punya perhatian dan minat terhadap isu yang sama.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi

Potter dan Perry (dalam Nurjannah, I 2001;35 – 37) menyatakan bahwa proses komunikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut:

Perkembangan

Perawat dapat berkomunikasi dengan efektif bila mengetahui tentang pengaruh perkembangan usia seseorang baik dari segi bahasa maupun proses berpikir dari orang tersebut. Adalah berbeda cara berkomunikasi anak usia remaja dengan anak usia balita. Anda barangkali perlu mempelajari bahasa “gaul” ketika berkomunikasi dengan remaja, sehingga mereka akan merasa bahwa kita mengerti dunia mereka, dengan begitu komunikasi diharapkan berjalan lancar.

Nilai

Nilai adalah standar yang memengaruhi perilaku seseorang, sehingga pentingbagi perawat untuk menyadari nilai seseorang.Perawat perlu berusaha untuk mengetahui dan mengklarifikasi nilai seseorang agar dapat membuat keputusan yang tepat dalam berinteraksi dengan klien.Dengan bersikap profesional diharapkan perawat tidak terpengaruh oleh nilai pribadinya.Perbedaan nilai tersebut dapat dicontohkan sebagai berikut, misalnya klien memandang abortus sebagai tindakan yang tidak dilarang sementara perawat memandang bahwa abortus merupakan tindakan terlarang.Perbedaan nilai ini dapat menyebabkan konflik antara perawat dan klien.

Persepsi

Persepsi adalah pandangan pribadi seseorang terhadap suatu kejadian atauperistiwa.Persepsi ini dibentuk oleh harapan atau pengalaman.Perbedaan persepsi dapat mengakibatkan terhambatnya komunikasi. Misalnya, kata-kata virus akan menimbulkan perbedaan persepsi antara seorang ahli computer dengan seorang dokter.

Latar belakang

Bahasa dan gaya komunikasi akan sangat dipengaruhi oleh faktor budaya. Budaya juga yang akan membatasi seseorang dalam bertindak dan berkomunikasi. Seorang remaja putri ingin membeli makanan khas di suatu daerah. Remaja putri tersebut berasal dari daerah lain. Pada saat membela makanan tersebut, si remaja tiba-tiba menjadi pucat ketakutan karena si penjual menanyakan padanya berapa banyak cabe merah yang dibutuhkan untuk campuran makanan yang akan diberikan. Ternyata apa yang terjadi? Si remaja tersebut merasa dimarahi oleh penjual makanan karena caranya bertanya seperti membentak bagi si remaja putri padahal si penjual merasa tidak memarahi remaja tersebut.Hal ini dikarenakan budaya dan logat bicara si penjual yang memang keras dan tegas sehingga terkesan marah-marah bagiorang dengan latar budaya yang berbeda.

Emosi

Emosi merupakan perasaan subjektif terhadap suatu kejadian. Emosi seprti marah, sedih, dan senang akan dapat mempengaruhi perawat dalam berkomunikasi dengan orang lain. Perawat perlu mengkaji emosi klien dan keluarganya sehingga perawat mampu memberikan asuhan keperawatan dengan tepat.Selain itu perawat juga perlu mengevaluasi emosi yang ada pada dirinya agar dalam melakukan asuhan keperawatan tidak terpengaruh oleh emosi bawah sadarnya. Jenis kelamin Setiap jenis kelamin mempunyai gaya berkomunikasi yang berbeda-beda. Disebutkan bahwa wanita dan laki-laki mempunyai perbedaan gaya dalam berkomunikasi. Sejak usia tiga tahun wanita bermain dengan teman baiknya atau dalam kelompok kecil dan menggunakan bahasa untuk mencari kejelasan, meminimalkan perbedaan, serta membangun dan mendukung keintiman. Lain halnya dengan laki-laki, menggunakan bahasa untuk mendapatkan kemandirian dalam beraktivitas di kelompok yang lebih besar, di mana jika mereka ingin berteman, maka mereka melakukannya dengan bermain.

Pengetahuan

Tingkat pengetahuan akan mempengaruhi komunikasi yang dilakukan. Seseorang yang tingkat pengetahuannya rendah akan sult merespons pertanyaan yang mengandung bahasa verbal dengan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi. Perawat perlu mengetahui tingkat pengetahuan klien sehingga perawat dapat berinteraksi dengan baik dan akhirnya dapat memberikan asuhan keperawatan yang tepat kepada klien.

Peran dan hubungan

Gaya komunikasi sesuai dengan peran dan hubungan antara orang yang komunikasi. Cara berkomunikasi seorang perawat dengan koleganya, dan caraberkomunikasi seorang perawat dengan kliennya akan berbeda tergantung peranannya.

Lingkungan

Lingkungan interaksi akan mempengaruhi komunikasi yang efektif. Suasana yang bising dan tidak adanya privacy akan menimbulkan kerancuan, ketegangan, dan ketidaknyamanan.

Jarak

Jarak dapat mempengaruhi komunikasi.Jarak tertentu dapat menimbulkan rasa aman.Seperti misalnya seseorang yang merasa terancam ketika orang yang tidak dikenalnya tiba-tiba berada pada jarak yang sangat dekat dengandirinya.Hal ini juga yang dialami oleh klien pada saat pertama kali berinteraksi dengan perawat.Oleh karena itu, perawat perlu memperhitungkan jarak yang tepat pada saat melakukan interaksi dengan klien.

Komunikasi yang Baik dan Efektif

Komunikasi yang baik adalah komunikasi dimana pesan-pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik tanpa menimbulkan perasaan negatif.Ada beberapa pedoman untuk menjalin komunikasi yang baik, yaitu antara lain:

Berkomunikasi dengan berpedoman pada nilai-nilai keagamaan.

Setiap situasi komunikasi mempunyai keunikan.

 Kunci sukses komunikasi adalah umpan balik.

 Komunikasi bersemuka adalah bentuk komunikasi yang paling efektif.Setiap pesan komunikasi mengandung unsur informasi sekaligus emosi.

Kata adalah lambang untuk mengekspresikan pikiran atau perasaan yangterbuka untuk ditafsirkan.

Semakin banyak orang yang terlibat, komunikasi semakin kompleks.

 Dapat terjadi gangguan dalam penyampaian pesan komunikasi.

Perbedaan persepsi mengganggu keefektifan sampainya pesan.

 Orang berkomunikasi sesuai dengan situasi komunikasi yang diharapkannya.

Ada beberapa sikap yang perlu dicermati oleh seseorang dalamberkomunikasi, khususnya komunikasi verbal, yaitu antara lain:

Berorientasi pada kebenaran (truth)

 Tulus (sincerity).

 Ramah (friendship).

 Kesungguhan (seriousness).

Ketenangan (poise).

 Percaya diri (self convidence).

Mau mendengarkan dengan baik (good listener).

Melakukan komunikasi tidak hanya harus baik, tetapi juga harus efektif.Komunikasi efektif dapat diartikan sebagai penerimaan pesan oleh komunikasiatau receiver sesuai dengan pesan yang dikirim oleh sender atau komunikator, kemudian komunikan memberi respon yang positif sesuai dengan yang diharapkan.Jadi komunikasi efektif itu terjadi apabila terdapat aliran informasi dua arah antara komunikator dan komunikan dan informasi tersebut saling direspon sesuai dengan harapan pelaku komunikasi tersebut.Untuk memperoleh keefektifan komunikasi, seseorang harus memperhatikan beberapa karakteristik dasar berikut ini, antara lain:


Komunikasi membutuhkan lebih dari dua orang yang akan menentukan tingkathubungan dengan orang lain.

 Komunikasi terjadi secara berkesinambungan dan terjadi hubungan timbal balik.

 Proses komunikasi dapat melalui komunikasi verbal dan nonverbal yang bisa terjadi secara simultan.

 Dalam berkomunikasi seseorang akan berespon terhadap pesan yang diterima baik secara langsung maupun tidak langsung, verbal maupun non-verbal.

Pesan yang diterima tidak selalu diasumsikan sama antara penerima dan pengirim.

 Pertukaran informasi dibutuhkan ilmu pengetahuan.

 Pesan yang dikirim dan diterima dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, pendidikan, keyakinan dan budaya.

Komunikasi dipengaruhi oleh perasaan diri sendiri, subyek yang dikomunikasikan dan orang lain.

Posisi seseorang di dalam sistem sosiokultural dapat mempengaruhi proses komunikasi.

 Ciri – ciri komunikasi yang efektif antara lain yaitu:

Istilah

Penggunaan istilah – istilah yang diartikan sama antara pengirim dan penerim pesan merupakan aturan dasar untuk mencapai komunikasi yang efektif.

Spesifik

Pesan yang harus disampaikan harus spesifik.Maksudnya seoarang klienmembutuhkan bantuan, maka pesan yang disampaikan harus menegaskan jenis bantuan yang dibutuhkan dan digambarkan secara cukup jelas agar penerimadapat mengulangi dengan benar.

Tersusun baik

Pesan harus berkembang secara logis dan tidak boleh tersusun dari pesan yang terpotong – potong sehingga penerima terpaksa menyusun lagi sebelum memahami.

Objektif, akurat dan aktual

Pengirim informasi atau pesan harus berusaha menyampaikan seobjektif mungkin.

Efisien 

Pesan disampaikan seringkas dan seoriginal mungkin serta harus berusaha untuk menghilangkan kata – kata yang tidak relevan sehingga penerima pesan tidak lagi mencari lagi artinya. Komunikasi efektif dapat terjadi apabila suatu pesan yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan, sehingga tidak terjadi salah persepsi. Karena itu, dalam berkomunikasi, khususnya komunikasi verbal dalam forum formal, diperlukan langkah-langkah yang tepat.Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:

Memahami maksud dan tujuan berkomunikasi.

Mengenali komunikan (audience).

Berorientasi pada tema komunikasi.

Menyampaikan pesan dengan jelas.

Menggunakan alat bantu yang sesuai.

Menjadi pendengar yang baik.

Memusatkan perhatian.

Menghindari terjadinya gangguan.

Membuat suasana menyenangkan.

Memanfaatkan bahasa tubuh dengan benar.


BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Komunikasi adalah penyampaian dari seseorang kepada orang lain, denganmenyertakan kode atau lambang penyampaiannya itu sendiri melalui suatu proses. Tujuan komunikasi secara umum antara lain yaitu mengerti, memahami, diterima, dan termotivasi. Dalam aktivitas keseharian, fungsi komunikasi sangat-sangat luas dan menyentuh pada banyak aspek kehidupan. Komponen komunikasi antara lain yaitu komunikator (pembawa berita), message (pesan atau berita), channel (media atau sarana), komunikan (penerima berita), dan feedback (umpan balik atau tanggapan). Ada tiga jenis komunikasi yang dimanifestasikan secara terapeutik, antara lain yaitu komunikasi verbal, komunikasi tertulis, dan komunikasi non verbal. Komunikasi yang dilakukan antara pengirim dan penerima bisa bersifat satu arah, dua arah dan berantai. Tingkatan komunikasi dimulai dari komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi public, komunikasi organisasi, dan komunikasimassa. Melakukan komunikasi tidak hanya harus baik, tetapi juga harus efektif

Komunikasi efektif dapat diartikan sebagai penerimaan pesan oleh komunikasiatau receiver sesuai dengan pesan yang dikirim oleh sender atau komunikator, kemudian komunikan memberi respon yang positif sesuai dengan yang diharapkan.Jadi komunikasi efektif itu terjadi apabila terdapat aliran informasi dua arah antara komunikator dan komunikan dan informasi tersebut saling direspon sesuai dengan harapan pelaku komunikasi tersebut.

Saran

Makalah yang kami susun semoga dapat membantu kita untuk lebih memahami tentang salah satu aspek yang mendasari interaksi sosial yaitu komunikasi.Dalam pembuatan makalah ini kami menyadari bahwa masih terdapat banyak kesalahan, kekurangan, serta kejanggalan baik dalam penulisan maupun dalam pengonsepan materi. Untuk itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar ke depan lebih baik dan kami berharap kepada semua pembaca mahasiswa khususnya, untuk lebih ditingkatkan dalam pembuatan makalah yang akan datang


DAFTAR PUSTAKA

Ermawati Dalami, R. G. (2009). Buku Saku Komunikasi Keperawatan. Jakarta: Trans Info Media.

Hanum, F. (2009).Etiket-Estetika dan Komunikasi yang Efektif. Artikel Etiket- Estetika dan Komunikasi yang Efektif , 6-7

Indah desy puspita,2018. Faktor Yang Mempengaruhikomunikasi Interpesonal Kepala Badan Sumber Daya Manusia Provinsi Bengkulu. Journal of Administration and Educational Management (ALIGNMENT) Volume 1, No 1

Potter, perry, 2001. Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi

Komentar